Realitas atau Idealis ?
It's never easy to begin with. Memilih antara relitas atau idealis, 2 hal ini sama seperti 2 sisi di koin, masing masing mempunyai dunianya masing - masing dengan perbedaan yang begitu kontras tetapi tetap tidak bisa di pisahkan sis 1 dengan sisi lainnya.
Gw saat ini dilema, benar - benar dilema. I never thought to be my real self is gonna be this hard. Gw tidak menyangka kalau rencana gw untuk pulang ke kampung halaman dan memulai dari awal lagi semuanya akan serumit ini. Sebenarnya ini bukan masalah yang rumit, tetapi memang dasar gw nya aja yang bingung mau utamakan yang mana dulu dan korbankan yang mana, jadinya seperti ini lah sulitnya sekarang. Kebiasaan gw yg selalu mencoba untuk mencari jalan tengah, ini adalah salah satu kebiasaan baik yang sering membuat gw berada di posisi sulit. Mencoba mencari win - win solution untuk setiap masalah kontras yang gw hadapin. Apa gw maruk ? apa gw ga tau diri ? gw hanya ingin mendapatkan versi terbaik yang bisa gw dapatkan basic rule of survival.
Realitas
Yes ini adalah realitas nya saat ini, gw pulang dan gw pengangguran, barely any income for the last few weeks. Belum lagi masalah urusan rumah yang memang secara sistematik karena adat budaya dan pola pikir orang Indonesia pada umumnya membuat posisi menjadi anak yang paling tua tidak pernah mudah. I need decent income fast and steady, at least for the first year, tapi untuk memulai dari 0 apalagi gw belum ada basic sebelumnya memang tidak mudah.
Persiapan yg gw sudah hitung untuk mengulur nafas di sini perlahan mulai mendekati level medium, sebentar lagi jika gw tidak ada pemasukan steady yang bisa di andalkan gw perkirakan cuma perlu 2 bulan lagi untuk masuk ke level medium. Artinya gw sudah kehilangan setengah dari peluru yang punya untuk perang di kampung halaman gw. But i got my equipment now, all i need to move forward. I just need more “time”, gw yakin gw bisa, i just need time..
Idealis
Awal nya gw kira gw akan pulang dan kemudian menikmati mimpi gw selama ini, menjalani hidup sembari melakukan apa yang gw suka, sembari punya income yang lumayan. But nope, life is a bitch.
Tidak semua berjalan mulus, Idealis terbentur dengan realitas, mimpi gw di hantam begitu kerasnya dengan keadaan di Indonesia sekarang ini, banyak hal yang tidak seperti dulu lagi. Semua mahal, harga bahan baku naik, gw memang sudah lakukan research sebelum balik ke sini tetapi gw tidak menyangka separah ini, IDR 100.000 cuma cukup untuk berapa hari, dulu 100.000 ini besar banget loh nilainya, bisa untuk makan 5 hari an, sekarang ? meh we are cooked here right now. Gw kira gw akan pulang dan bisa tenang, tetapi tidak, di sini juga sama chaos nya.
Hobby yang gw punya tidak bisa di jadikan mata pencaharian saat ini, setidak nya itu lah yang gw lihat sekarang, mungkin tidak dalam waktu dekat. Karena hobby gw biasa gw nikmatin sebagai stress relief, karena memang gw ga ngerokok juga, sudah tidak minum juga, this is the only thing that keep me sane now.
Bentrokan
Di sini letak sulitnya, gw kira dengan hobby yang gw punya gw bisa mudah mencari pekerjaan yang relevan dan mulai jadikan mata pencaharian. Gw lengkapi kebutuhan alat gw secara mandiri, tetapi gw akuin gw juga masih butuh jam terbang untuk bisa di andalkan di mata orang lain.
Dan di sini lah letak masalahnya, hobby yg selama ini gw lakukan dengan slow, menikmati setiap prosesnya, rasa penasaran, rasa ingin tahu, hal - hal yang menjadi escape gw dari realitas akan berubah menjadi hal yang mengikat gw. Gw juga memang salah langkah di awal, hasil dari realita yang menjepit gw kira escape gw bisa di gadai menjadi jalan keluar saat ini.
I wish there is another way out. Hukum semesta mengharuskan pertukaran setara, untuk mendapatkan 1 kita harus kehilangan 1.
I'm well aware of that. Jadi gw harus pilih Realitas atau Idealis, O lord have mercy, i hope what my heart said is the best way.


